rss search

next page previous page close

Serba-serbi Perayaan HUT XV RS St.Theresia – Jambi

Sebagaimana kita merayakan syukur atas penyertaan Tuhan dalam kehidupan keseharian kita, maka dalam rangka perayaan syukur HUT RS St. Theresia yang ke XV, tepatnya tanggal 27 Januari 2012, kami juga mengungkapkan syukur atas penyertaan Tuhan dalam setiap langkah di pelayanan RS St. Theresia – Jambi ini, yaitu dengan mengadakan beberapa kegiatan yang tujuannya tak lain adalah untuk bersyukur dan mempererat kebersamaan serta persaudaraan sebagai satu keluarga RS St. Theresia.

Ada berbagai macam kegiatan yang melibatkan seluruh karyawan juga keluarganya serta para pengunjung dan masyarakat. Kegiatan tersebut seperti, pertandingan OR (Volley, Tenis Meja dan Badminton), Karaoke, Mewarnai dan Menggambar (untuk anak-anak karyawan), jalan santai, menghias nasi goreng, karyawan menghias wajah karyawati, lomba mengambil foto kegiatan keseharian di RS dan makna dari foto tersebut. Juga diadakan 2x seminar awam (Mengatasi kesulitan makan pada anak dan psikologi anak serta seminar Kanker Leher Rahim), kegiatan Bakti sosial yaitu dengan kunjungan ke panti werda dan pengobatan gratis di desa Dendang.

Sebagai puncak acara syukur atas penyertaan Tuhan selama 15 tahun dan juga mohon berkat penyertaanNya di tahun-tahun yang akan datang, diadakan Perayaan Ekaristi bersama karyawan dan beberapa undangan di aula RS pada Sabtu, 28 Januari 2012.

Lazimnya HUT ke XV, merupakan usia/masa khusus, yaitu masa peralihan dari usia kanak-kanak dan mulai menanjak remaja, dan biasanya pada usia ini mulai banyak melihat/menata diri agar tampak menarik, ….. kiranya seperti itu pulalah, kami – RS St. Theresia. Semoga pada tahun ini kami juga mampu berefleksi dan menata diri agar RS kita tetap menjadi RS yang selalu memberikan pelayanan yang terbaik yaitu dengan sikap RAMAH (Rawat Anda Menurut Anjuran Hati). Semoga … ya semoga. Mengutip kata St. Fransiskus, …sampai saat ini kita belum berbuat apa-apa, maka mari kita mulai lagi …..

Proficiat …… Dirgahayu …… RS St. Theresia – Jambi ………..
Sr. Rina, FMM – Jambi


next page previous page close

Tempayan Retak

Seorang tukang air memiliki dua tempayan besar, masing-masing bergantung pada kedua ujung sebuah pikulan, yang dibawanya menyilang pada bahunya. Satu tempayan itu retak, sedangkan tempayan yang satunya tidak retak. Jika tempayan yang tidak retak itu selalu dapat membawa air penuh setelah perjalanan panjang dari mata air ke rumah majikannya, tempayan retak itu hanya dapat membawa air setengah penuh.

Selama dua tahun, hal ini terjadi setiap hari. Si tukang air hanya dapat membawa satu setengah tempayan air ke rumah majikannya. Tentu saja si tempayan yang tidak retak merasa bangga akan prestasinya, karena dapat menunaikan tugasnya dengan sempurna. Namun si tempayan retak yang malang itu merasa malu sekali akan ketidak-sempurnaannya dan merasa sedih sebab ia hanya dapat memberikan setengah dari porsi yang seharusnya dapat diberikannya.

Setelah dua tahun tertekan oleh kegagalan pahit ini, tempayan retak itu berkata kepada si tukang air, “Saya sungguh malu pada diri saya sendiri, dan saya ingin mohon maaf kepadamu”. “Kenapa?” tanya si tukang air. “Kenapa kamu merasa malu?” “Saya hanya mampu, selama dua tahun ini, membawa setengah porsi air dari yang seharusnya dapat saya bawa karena adanya retakan pada sisi saya yang telah membuat air yang saya bawa bocor sepanjang jalan menuju rumah majikan kita. Karena cacatku ini saya telah membuatmu rugi,” kata tempayan itu.

Si tukang air merasa kasihan pada si tempayan retak, dan dalam belas kasihannya, ia berkata, “Jika kita kembali ke rumah majikan besok, aku ingin kamu memperhatikan bunga-bunga indah di sepanjang jalan.” Benar, ketika mereka naik ke bukit, si tempayan retak memperhatikan dengan seksama, dan baru menyadari bahwa ada bunga-bunga indah di sepanjang sisi jalan, dan itu membuatnya sedikit terhibur. Namun pada akhir perjalanan, ia kembali sedih karena separuh air itu yang dibawanya telah bocor, dan kembali tempayan retak itu meminta maaf pada si tukang air atas kegagalannya.

Si tukang air berkata kepada tempayan itu, “Apakah kamu memperhatikan adanya bunga-bunga di sepanjang jalan di sisimu tetapi tidak ada bunga di sepanjang jalan di sisi tempayan yang lain tidak retak itu? Itu karena aku selalu menyadari akan cacatmu dan aku memanfaatkannya. Aku telah menanam benih-benih bunga di sepanjang jalan di sisimu, dan setiap hari jika kita berjalan pulang dari mata air, kamu mengairi benih-benih itu. Selama dua tahun ini aku telah dapat memetik bunga-bunga indah itu untuk menghias meja majikan kita. Tanpa kamu sebagaimana kamu ada, majikan kita tidak akan dapat menghias rumahnya seindah sekarang.”

Setiap dari kita, memiliki cacat dan kekurangan kita sendiri. Kita semua adalah tempayan retak. Namun jika kita mau, Tuhan Yesus akan menggunakan kekurangan kita untuk menghias meja Bapa–Nya. Di mata Tuhan yang bijaksana, tak ada yang terbuang percuma. Jangan takut akan kekuranganmu. Kenalilah kelemahanmu dan kamu pun dapat menjadi sarana keindahan Tuhan. Ketahuilah, di dalam kelemahan kita, kita menemukan kekuatan kita.

Sr. Lina fmm – Yogya


next page previous page close

Penutupan Bulan Rosario di Payoselincah – Jambi

31 Oktober 2011, sekitar 300-an umat hadir dalam acara penutupan bulan Rosario di gereja Reinha Rosario – Payoselincah. Hari itu bertepatan pula dengan perayaan Hari Ulang Tahun Gereja Reinha Rosario yang ke-4. Meskipun kota Jambi hari itu diguyuri hujan dan angin yang cukup besar, tidaklah menghalangi umat untuk hadir dalam acara tsb. Acara dimulai jam 6.30 sore, diawali dengan prosesi patung Bunda Maria yang ditandu oleh 4 orang pemuda dari halaman depan gereja. Diiringi dengan nyanyian pujian dan untaian doa Rosario secara hikmat. Perarakan lilin dalam keheningan malam menambah khusuknya umat melantunkan pujian dan doa kepada Yesus melalui BundaNya. Dalam prosesi ini, sungguh terasa sekali kehadiran Yesus dan Bunda Maria yang kita imani, sebagaimana yang Yesus katakan, “Dimana dua atau tiga orang berkumpul atas namaKu, Aku hadir di tengah-tengah mereka…” dan Ia sungguh hadir.

Sesampai di muka Gereja, patung Maria diberkati dan didoakan, bagaikan disambut kedatangannya oleh Rm. Basiran dan Rm. Indri selaku imam yang akan memimpin perayaan Ekaristi. Dalam kotbahnya Rm. Basiran menyampaikan bahwa gereja ini harus menampakkan kebersatuan, kekompakan, ada damai dan ketenangan. Bagaikan oase bagi siapa saja yang datang dan berdoa di gereja ini. Romo juga mengatakan, bahwa kita pun diharapkan seperti laron, binatang yang banyak keluar setelah hujan, ia keluar dari dalam tanah mencari terang, setelah sampai pada terang tu, ia memberikan diri sepenuhnya, sampai melepaskan kedua sayapnya. Begitu pun kita, hendaknya selalu mencari dan berani bersatu pada Terang, yaitu Allah sendiri, berani memberikan diri secara total kepada Terang itu.

Seusai misa, diadakan acara ramah tamah di muka gereja. Semua umat diundang. Ada acara potong tumpeng dan acara hiburan lain seperti pembagian hadiah dalam rangka memeriahkan acara HUT Gereja ke-4 dan penutupan bulan Rosario ditahun 2011 ini. Ya…semoga gema kehadiran Yesus dan BundaNya tetap terus bergaung dan dirasakan, dengan terciptanya kebersatuan dan kedamaian. Semoga ya semoga…

NB.
Foto dengan gambar Yesus tersamar ini, diambil oleh umat (rekan kerja suster FMM di sekolah) dengan menggunakan kamera digital biasa. Beliau sama sekali tidak menduganya akan memperoleh rahmat tsb. Dan dalam Koran Jambi Independent tgl. 1 November halaman 21, dikatakan FENOMENA ALAMI : Usai hujan deras yang mengguyur Kota Jambi kemarin sore (31/10), pemandangan indah terpampang di langit jambi. Sebagian warga juga antusias menyaksikan munculnya pelangi yang saat ini boleh dibilang jarang terjadi … apakah arti semuanya ini ya Tuhan?


next page previous page close

Rekoleksi Karyawan RS. Theresia – Jambi

Tanggal 8–13 Oktober 2011, semua karyawan Rumah Sakit St. Theresia, termasuk para suster (Sr. Gode, Sr. Martha, Sr. Juliati, Sr. Ana dan Sr. Rina) mengikuti rekoleksi yang dibimbing oleh Rm. Marta Sudjita, pr. Rekoleksi ini diadakan di Taman Alam Citra Indah (ACI) Jambi.

310 peserta dibagi dalam 3 gelombang dan lamanya rekoleksi untuk setiap gelombang adalah 2 hari. Hari pertama, lebih banyak kegiatan di luar gedung, seperti dinamika kelompok dan out-bound, dalam rangka menjalin kerja sama sebagai satu tim dan hiburan/rekreasi. Sedangkan hari ke-2, kegiatan lebih banyak dilakukan di dalam gedung. Mendengarkan masukan dari Romo tentang RS sebagai komunitas, dan mendalami motto RS, yaitu Pelayanan dalam Kasih.

Kami berefleksi serta sharing bersama. Romo menyampaikan bahwa ada 4 hal pokok/penting dalam berkomunitas yaitu perlu adanya keterlibatan, wewenang/tanggung jawab, ada suasana persaudaraan/keakraban serta perlu adanya keberhasilan dalam berkarya. Kami juga diajak untuk melihat siapakah/bagaimanakah aku, dan aku melambangkan diriku sebagai apa. Lalu apa yang dapat aku sumbangkan bagi komunitas/RS St. Theresia. Semua pribadi adalah berharga. Kita bagaikan busur pelangi yang nampak indah karena keaneka-ragamannya yang bersatu. Syukur rekoleksi ini terlaksana dengan baik, lancar dan suasananya ‘sersan’ (Serius tapi santai).

Semoga semangat rekoleksi tetap bergema dalam setiap gerak pelayanan kita sehari-hari di RS St. Theresia khususnya.


next page previous page close

Live-in Komunitas Jambi

Ada pepatah “Tak kenal maka tak sayang”, supaya dikenal dan disayang oleh para pemudi, komunitas Jambi mengadakan “Open House” yaitu dengan mengundang adik-adik remaja putri untuk “Live-in” di biara.
Kegiatan ini dilaksanakan waktu week-end, yaitu hari Sabtu dan Minggu, tanggal 2 s/d 3 Juli 2011. Ada 24 orang yang hadir. Namun demikian ada 6 remaja putri dari Paroki Singkut yang datang sejak hari Jumat. Perjalanan dari Singkut ke Jambi, cukup jauh sekitar 6 jam dengan travel.

Diawali dengan “Welcome Drink” jam 3.30 sore, lalu permainan yang dipandu oleh teman-teman dari sanggar, yang cukup seru dan bermakna tentunya. Kami para suster juga harus masuk dalam kelompok, kami dibagi dalam 4 kelompok. Jam 18.30, kami ibadat sore bersama di kapel dan dilanjutkan dengan makan malam. Lalu acara dimulai lagi jam 8 dan malam itu ditutup dengan renungan malam, selesai sekitar jam 22.30. Malam itu, mereka tidur di biara lantai atas dan yang lainnya tidur di ruang senam RS.

Minggu paginya, kami mengikuti perayaan Ekaristi di Gereja. Sepulang dari gereja, kami sarapan dan acara dimulai lagi jam 9 dengan foto bersama lalu pengenalan semangat FMM, sharing kehidupan dan tanya jawab. Sebagai kegiatan akhir, secara berkelompok, mereka diminta untuk mengekspresikan perasaannya dengan menggambar bersama di atas kertas flap. Sungguh menarik, ada kelompok yang menggambarkan “Kebersamaan di biara FMM” (demikian tema yang mereka tulis) dengan tahap, hari pertama masuk di biara FMM dengan wajah yang bingung dan takut, lalu gambar doa di kapel dengan tulisan “masuk kapel dengan rasa hening” pengalaman yang takkan terlupakan, lalu gambar makan bersama dan terakhir gambar orang yang kumpul melingkar dengan wajah tertawa, dengan tulisan: berkumpul, sharing lalu sayonara… sungguh kreatif mereka mengekspresikan perasaan mereka. Kemudian, sekitar jam 12, kami ibadat siang dan Adorasi bersama di kapel, dilanjutkan dengan makan siang dan rekreasi. Saat itu, Rm. Yus Suwito, SCJ, pastor paroki kami juga hadir. Kami bercanda dan menyanyi bersama. Rm. Yus juga bertanya kepada mereka, apa kesannya terhadap suster FMM sebelum dan setelah live-in. Sangat menarik, apa yang mereka ungkapkan. Mereka juga mengatakan, pertemuan ini mengasikkan, senang bisa lebih mengenal kehidupan suster, FMM khususnya. Dan yang menarik juga bagi mereka adalah cara mencuci piring. “Nyuci piring aja ada cara khusus, atau tahap-tahapannya loh. Baru kali ini aku tahu…” ungkap Novi, salah satu peserta dari Bangko – Singkut.

Dan waktu berlalu dengan cepat sekali, tak terasa, sudah hampir jam 3 sore. Mereka pulang dengan penuh suka cita yang tercermin dalam wajah manis dan ceria mereka. Semoga benih-benih panggilan FMM yang kami bagikan dapat bertumbuh … semoga ya … semoga.

Komunitas Our Lady Of Providence – Jambi


next page previous page close

Pertemuan Medior dan Prompang

Pertemuan medior merupakan saat berahmat bagi kami karena kami dapat dapat berkumpul bersama, menimba kesegaran rohani, dan mengobarkan kembali “api interior” kami.
Pertemuan yang dibimbing oleh Romo Marga, MSF mengajak kami untuk membuat satu gerakan/ kesadaran bersama yang perlu kami kobarkan agar api interior/ api panggilan tetap bernyala, dengan membuat satu pernyataan: “Kita nyalakan api interior Medior I dan II FMM dengan berbagi, siap sedia diutus dan kerja sama”.
Dalam pertemuan ini, kami juga didampingi oleh Sr. Catherine, FMM yang pernah menjadi pembimbing kami sewaktu masih novis.

Bertepatan dengan Minggu panggilan, kami juga mengadakan promosi panggilan di 2 paroki, yaitu paroki Melati dan Paroki Nanggulan – Yogyakarta. Selain sharing panggilan dan memperkenalkan tarekat FMM di saat Perayaan Ekaristi, sebagai pengganti kotbah, kami juga mengadakan temu anak Sekami dan remaja/OMK. Sepulang dari kegiatan prompang ini, kami mengadakan ziarah ke Gua Maria Sendangsono. Seluruh kegiatan ini terselenggara tanggal 12-17 Mei 2011 di Yogyakarta.


next page previous page close

The Process of Conversion and Renewal in the Months of Theology

FMM sisters used to have Theological Formation after 3 years of their Temporary Vows as part of the formation in the Institute. Earlier in Indonesia Province, they used to study theology in Yogya for a year. The Formation Team has arranged new program and it has been approved by the Provincial and Councilors.

This program of Theological Formation is for three months. Seven of us, who have followed the program, coming from different levels and communities. We were gathered together in the same place/community in doing it. The names of the seven are Sr. Meyly Jens Sibarani FMM (she is in the fifth year), Sr. Angela Marici, FMM and Sr. Lilia Widiawati Turut FMM (both are in the fourth year), Sr. Veronika Ari Harjanti, FMM, Sr. Yuliana Minus, FMM, Sr. Elianora Nani Sesanti, FMM and I am Sr. Emmy Manurung, FMM (we are in the third year).

It began on January 17th, 2011 with a special opening prayer and adoration. There were ten subjects (The Introduction of Old and New Testament, Christology, the Synoptic Gospels, Gospel of John, Psalm, Liturgy, Christian Morality, The Apostle Creed, The lectures about Mary, Mission, and Sacramentology). Each subject took a week and every week-end we had to make our written evaluation and reflection. The schedule was tight but we tried to enjoy it. There were ten lecturers who taught us: four diocesan Priests and six FMM Sisters. They all have different ways to teach and please us in learning.

It was not easy for each one of us because this is something new. We had already got some information from our seniors about their theological years in Yogya. It was interesting and we wish to have the same experience. We were struggled to defeat and to empty ourselves, to think and to reflect that this is the will and plan of God so that we were able to join this program happily. All sisters also supported and encouraged us especially in Bogor and Jakarta where we had our studies.

We thank God that we could follow this program from the beginning to the end with good health. We got many theories, comprehensions and understandings about our Christian faith and religious life but the most important is the process of learning which has opened and renewed our hearts, our minds and spirits. We have learnt to know and understand, to respect and to love, to support, to help and enrich each other through discussions, sharings and cooperation. The Scripture will be always the source and foundation of our lives, vocations and services, Jesus and Mary are our models and idols to do the will of God, the Holy Spirit will be our guide and light for the journey. The Sacraments are the facilities to purify and sanctify us.

Hopefully, each one of us can be a handmaid of God who loves and pleases Him in all our days, by living it in a true faith, walk and act in a right way.

For me, Mary becomes my special mother and my great model. I really love to be like her. I pray each day to the Lord that I and every sister may have a heart like her. A heart which is always humble, gentle, simple, pure and honest, wise, wide and deep. I want to be like Mary who is happy to be the mother of Jesus but most joyfully to fulfill the will of God and to bring salvation to all. A woman who doesn’t think about herself but who always open her eyes to see, her ears to listen, her mind to reflect, her heart to keep, her hands to help those in need and her feet to move and travel.

At last, we closed this Month of Theology with a day of outing (April 9th), a day of evaluation, special prayer and adoration and recreation (April 10th). For recreation, we performed a drama with a title: “My dear son, my poor son, my return son”. It was inspired by a parable of the lost son (Luke 15:11-32). We played in our daily words and we made something different at the end of the story; there was also a reconciliation between the youngest and the oldest brother so that everybody was happy and free.


next page previous page close

Untuk Segala Sesuatu Ada Waktunya

Untuk segala sesuatu ada masanya, apapun di bawah langit ada waktunya. Ada waktu untuk lahir, ada waktu untuk meninggal, ada waktu untuk berjumpa, ada waktu untuk berpisah. Ada waktu untuk mengabdi, ada waktu untuk diabdi. Allah membuat segala sesuatu indah pada waktunya, Allah memberikan kekekalan dalam hati mereka yang percaya dan berpasrah padaNya.

Tepatnya, Kamis, 31 Maret 2011, di RS St. Theresia Jambi, ada acara khusus yaitu acara serah terima jabatan direktur. Dr. FX Suharto, MKes yang telah melayani sebagai pemimpin/direktur selama 18,5 tahun dan dr. Asianto Supargo, SpKJ yang menggantikan menjadi direktur RS St. Theresia yang baru. Acara serah terima jabatan ini dihadiri oleh kepala dinas Kesehatan Provinsi dan Kepala dinas kesehatan Kota. Juga Sr. Christina dan Sr. Sylvia, serta semua anggota komunitas Jambi.

Acara dimulai jam 11 siang, syukur semua dapat berjalan dengan baik dan lancar. Dalam sambutan-sambutan yang disampaikan, terasa adanya saling menghargai dan mengucapkan terima kasih yang sangat besar atas kerja sama yang telah terjalin selama ini. Banyak hal-hal baik yang menjadi kesan dan teladan yang hendaknya tidak pudar setelah pemimpin berganti.

Saya yakin, banyak suster di provinsi juga, tentunya mengenal Dr. FX Suharto. Beliau cukup rajin untuk menyapa dan mengirimkan kartu Natal kepada setiap suster di komunitas seprovinsi selama ini.

Begitu pula kesan dari beberapa karyawan/ti, yang menyatakan bahwa beliau adalah seorang pemimpin yang rendah hati, sederhana, penuh kasih, pengertian, terbuka dan berwawasan luas serta bijaksana. Banyak hal-hal positif yang beliau teladankan.

Sekali lagi, terima kasih dokter, semoga masa pensiun ini menjadi saat yang berahmat dan indah bagi dokter dan keluarga. Dan doakan kami, agar apa yang telah dokter rintis dan bina selama ini, dapat kami teruskan serta kami kembangkan demi kebaikan RS St. Theresia tercinta ini, terlebih lagi demi KEMULIAAN NAMA TUHAN……

Dan tentunya selamat bertugas untuk dr. Asianto, direktur RS St. Theresia yang baru, semoga semangat kerja sama yang telah terjalin, semakin berkobar dan memampukan kita semua, untuk saling mendukung sehingga kita semua dapat menjadi BERKAT bagi para pasien dan keluarganya serta sesama rekan kerja kita di RS St. Theresia Jambi ini. Besar harapan kami, semoga kami semua dimampukan olehNya agar melalui karya dan kehadiran kami, nama Tuhanlah yang semakin dimuliakan.

Sr. Rina, FMM
Komunitas Jambi


next page

Serba-serbi Perayaan HUT XV RS St.Theresia – Jambi

Serba-serbi Perayaan HUT XV RS St.Theresia – Jambi Sebagaimana kita merayakan syukur...
article post

Tempayan Retak

Tempayan Retak Seorang tukang air memiliki dua tempayan besar, masing-masing bergantung pada kedua ujung...
article post

Penutupan Bulan Rosario di Payoselincah – Jambi

Penutupan Bulan Rosario di Payoselincah – Jambi 31 Oktober 2011, sekitar 300-an umat hadir dalam acara...
article post

Rekoleksi Karyawan RS. Theresia – Jambi

Rekoleksi Karyawan RS. Theresia – Jambi Tanggal 8–13 Oktober...
article post

Live-in Komunitas Jambi

Live-in Komunitas Jambi Komunitas Jambi mengadakan “Open House” bagi remaja putri di biara...
article post

Pertemuan Medior dan Prompang

Pertemuan Medior dan Prompang Pertemuan medior merupakan saat berahmat bagi kami karena kami dapat dapat...
article post

The Process of Conversion and Renewal in the Months of Theology

The Process of Conversion and Renewal in the Months of Theology FMM sisters used to have Theological Formation after 3...
article post

Untuk Segala Sesuatu Ada Waktunya

Untuk Segala Sesuatu Ada Waktunya 31/3/2011, di RS St. Theresia Jambi ada acara serah terima jabatan direktur...
article post